Breaking News

Dari Lidi Nipah Menjadi Kerajinan: Barantin Dorong Produk Unggulan Babel Tembus Pasar Prancis

PILARBANGSA, PANGKALPINANG, — Lidi nipah asal Bangka Belitung kini tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, melainkan diolah menjadi kerajinan tangan bernilai tambah dengan Prancis sebagai salah satu pasar ekspor yang dituju.
 
Badan Karantina Indonesia (Barantin) lewat Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Babel turut mendampingi pelaku usaha menyiapkan produk agar memenuhi syarat karantina dan ketentuan negara tujuan.
 
Kepala Karantina Babel, Herwintarti, menyatakan pengolahan lidi nipah menjadi kerajinan adalah peluang nyata untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.
 
“Kita ingin komoditas dari Babel tidak hanya keluar sebagai bahan mentah. Produk olahan lidi nipah perlu didorong agar bernilai tambah, memenuhi syarat negara tujuan, dan mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya di Pangkalpinang, Selasa (22/9).
 
Kesiapan produk adalah faktor kunci membuka akses pasar ekspor. Pelaku usaha harus memperhatikan seluruh tahapan: pemilihan dan penyortiran bahan baku, kebersihan, pengolahan, kualitas produk akhir hingga pengemasan.
 
Selain itu, persyaratan teknis yang ditetapkan negara tujuan perlu dipahami sejak awal — termasuk bagi pelaku usaha yang membidik pasar Prancis.
 
Karantina Babel memberikan pendampingan berupa konsultasi dan edukasi terkait syarat karantina, identifikasi ketentuan negara tujuan, kesiapan komoditas, hingga pemeriksaan dan sertifikasi.
 
Pendampingan sejak dini bertujuan agar pelaku usaha tidak baru berhadapan dengan persyaratan saat produk sudah siap dikirim. Dengan begitu, dokumen dan syarat teknis dapat disiapkan sebelum komoditas masuk proses pemeriksaan dan sertifikasi ekspor.
 
Pengembangan produk olahan ini memerlukan sinergi pemerintah dan pelaku usaha, mulai dari produksi hingga produk siap memasuki pasar internasional. Langkah ini sekaligus bagian dari hilirisasi komoditas lokal yang didorong pemerintah.
 
Hilirisasi diarahkan agar sumber daya Indonesia tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, melainkan diolah di dalam negeri menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
 
Bagi Babel, lidi nipah adalah salah satu potensi unggulan yang dapat dikembangkan lewat kreativitas dan inovasi pelaku usaha. Selain menaikkan nilai jual, kerajinan ini diharapkan membuka peluang usaha dan manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
 
Karantina Babel memastikan setiap komoditas tumbuhan yang dikirim memenuhi ketentuan perkarantinaan. Pemeriksaan dan sertifikasi dilakukan sesuai aturan serta syarat yang ditetapkan negara tujuan.
 
Dari komoditas sederhana, lidi nipah kini bertransformasi menjadi produk bernilai tambah. Target berikutnya: membawa kerajinan khas Babel menembus pasar Prancis dan pasar internasional lainnya.

(Red)
Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Read Documentation